Skip to main content

Posts

Hanya Padamu

Siapa ... Siapa yang dapat menolong? Saat kau tak bisa minta pertolongan Saat pertolongan menjadi tidak mungkin Saat manusia-manusia hanya bisa mendengar Saat teman dan sahabatmu tak kuasa Saat saudara dan sekutumu tak juga datang
Kepada siapa kau mengadu? Saat cerita hidupmu terlalu kelam Penderitaanmu tak mungkin dimengerti Bahasa ucapmu terlalu lirih tak terdengar Atau cintamu pada kefanaan terlalu dalam
Ketika semua; saya, kamu dan kalian sama saja menderita dan sakit tak berdaya
Hanya padamu Hanya namamu Duh, Gusti Pengeran
Kau yang tak pernah lelah mendengar keluh kesah Kau yang tak pernah menolak permohonan Kau yang tak keberatan dimintai tolong Kau tempat segala harapan tertambat
Duhai, Gusti Aku hambamu yang lemah Sendiri dalam ladang derita Temanku dekat tapi tak ada Ayah ibuku menemani tapi tak pernah berarti Tangan-tangan ahli di samping badan tapi semuanya tak menyurutkan duka
Dengan sisa-sisa pengharapan, lara ini kucoba buang Sendirian DenganMu saja
Recent posts

Hari Pertama ke Rumah

Hari ini mimi mu nekat minta balik ke rumah kita. Sebenarnya nenekmu melarangnya. Tapi pagi-pagi benar, mimi mu merajuk. Akhirnya saya turuti.
Sesampainya di rumah kita, mimi mu menangis luar biasa melihatmu kembali dari masa lalu dan hadir dalam benda-benda kesayanganmu: bajumu, jaketmu, sepatumu, mainanmu, dan setiap sudut rumah di mana kau bermain dengan riang. Aku ingatkan ibumu untuk jangan telalu dalam. Tapi dia menjawab dengan mantap bahwa tangisnya itu bukan ratap, hanya kangen. Begitu katanya. Mendengar jawaban itu, saya pun tak kuat menahan tangis. Ada campuran aneh antara sedih sekaligus bangga punya istri hebat dan anak cerdas. Saya lihat, sambil menangis, semua barang-barangmu dia bereskan. Dia masukkan dalam tas besar. Rencananya barang-barang itu mau disimpan di rumah nenekmu. Biar kami tak lagi terus bersedih saat melihat semua tentangmu. Kami memang sudah tak butuh fetish semacam benda itu karena kamu sudah ada di dalam dada kami. Saat kangen, kami hanya akan panggil namam…

SITASI ATAU REFERENSI (untuk Mahasiswa ISIF)

Dalam sebuah karya ilmiah lazim dituliskan sumber diperolehnya suatu data. Sitasi adalah cara penulis memberitahukan kepada pembaca bahwa bagian-bagian tertentu dalam karyanya (makalah, skripsi, tesis, atau disertasi) berasal dari sumber yang telah ditulis orang lain. Sitasi bertujuan untuk menjunjung kejujuran akademik juga menghindari plagiarsime.
Kate L. Turabian (2010) sendiri menjelaskan bahwa sedikitnya ada empat hal mengenai pentingnya melakukan sitasi atau mencantumkan referensi yang diacu dalam karya penelitian. Memberikan apresiasi (kredit) kepada penulis yang karyanya disitasi.Meyakinkan pembaca mengenai keakuratan data atau informasi yang diperoleh sekaligus untuk mendapatkan kepercayaan pembaca.Menunjukkan kepada pembaca tentang tradisi penelitian yang mendukung atau mempengaruhi karya.Membantu pembaca untuk mengikuti atau mengembangkan penelitian tersebut. Sitasi dan referensi tentu akan membantu mengarahkan pembaca untuk menemukan artikel atau tulisan yang dirujuk dengan …

Dewi Sri Minggat

Entahlah kodrat atau bukan, manusia sejak zaman kuno merasa bahwa kehidupannya selalu dihantui dengan kecemasan, ketidakpastian, dan tentu saja kematian. Inilah yang menjadi pijakan para penelaah peradaban kuno untuk membaca kemunculan tuhan dan hal gaib lainnya dalam kehidupan manusia. Dalam pembacaan para peneliti itu, manusia kuno percaya bahwa di luar sana ada sesuatu yang mengatasi semua kelemahan. Ada realitas yang mengatasi semua keterbatasan manusiawi. Itulah para dewa, tuhan, sesuatu yang adikodrati. Mereka juga percaya bahwa manusia juga bisa menjadi seperti seperti dewa dengan melakukan metode hidup yang benar.
Mereka percaya dengan terlibat dalam kehidupan yang suci, dengan meniru cara-cara dewa, manusia biasa bisa menjadi manusia sejati. Dewa selalu diidentikkan bersemayam di langit, tapi untuk mewujudkan kekuatan mereka di dunia, manusia mereplikasi para dewa ke dalam alam nyata dalam bentuk kuil, festival, perayaan dan ritual harian. Dengan begitu, dunia manusia adalah r…

Istri Pak Kuwu Sakit

"Rasa sakit akan mendewasakanmu," kata Ki Mantri kepada Pak Kuwu yang mengeluh istrinya terjangkiti penyakit aneh.
Penyakit itu tak mudah dikenali. Karena memang tak ada namanya atau belum ada yang mampu memberikannya nama. Tiap sore hari menjelang Maghrib, istrinya kejang-kejang. Disusul kemudian dia merintih kesakitan seperti orang terbakar. Sakit akan mereda hingga malam. Nanti menjelang fajar sakit itu datang kembali. Sudah setahun kiranya istri Pak Kuwu menderita keganjilan tersebut.
Nasihat Ki Mantri tak memuaskan hatinya. Sama saja seperti penjelasan medis berpuluh klinik, puskesmas, rumah sakit dan tabib-tabib. Hanya geleng-geleng kepala yang selama ini Kuwu dapat. Bukan penjelasan logis. Semua nasihat dari banyak teman dan saudaranya juga tak membuat hatinya lapang. Toh istrinya tetap sakit setiap pergantian siang dan malam.
"Sehari dua hari masih kuat. Tapi ini sudah berbilang hari, sudah banyak minggu dan tak terhitung bulan. Saya tidak kuat menyaksikan istri s…